Ferrari Luce: Saat Ferrarites Harus Berdamai dengan Diamnya Mesin EV
Ada dua suara yang dikenal sepanjang sejarah Ferrari:
suara V12 yang mendendangkan lagu di belakang telinga,
dan kali ini, sebuah suara baru: Luce—yang diam, tapi tetap sangat menantang.
Tanggal 25 Mei 2026, di tengah sorotan di Roma, bukan Maranello, Ferrari meluncurkan Luce—bukan sekadar model, tapi mobil listrik pertama dalam sejarah 78 tahun perjalanan pabrikan asal Italia tersebut. Bukan prototipe, bukan demonstrator, bukan kendaraan test diajarkan ke khalayak—Luce adalah Big Bang Renaissance di zaman EV yang siap membuat banyak purist mengerutkan dahi… lalu tanpa sadar jatuh cinta.
Luce: Bukan Supercar dan Bukan Sport Sedan “Biasa”
Kalau yang kamu bayangkan adalah mobil sport dua pintu dengan garis tajam, Luce akan mengejutkan.
Ia adalah grand tourer listrik 4‑pintu, dengan desain liftback yang lebih dekat ke sedan mewah panjang daripada mobil sport pendek. Panjangnya sekitar 5 meter, stance lebar, kaki-kaki mengapit jalanan dengan percaya diri, dan depannya tetap agresif—meski knalpot tidak perlu lagi berteriak.
Desain eksterior Ferrari Luce juga terasa “aneh” untuk Ferrari.
- hampir semua garis bersih, permukaan menyatu seperti satu bidang kaca
- spoiler depan tampak mengudara, seolah terselip di antara hembusan angin
- velg depan 23 inci, belakang 24 inci—ukuran monster yang belum pernah dilihat di mobil jalan raya Ferrari
Ini desain yang terasa “lain dari biasa”, bukan hanya minimalis, tapi seperti seluruh mobil berkaca dan terus bergerak tanpa perlu jeda.

Arsitektur Listrik: Jantung Elektronik di Bawah Karbon “Maranello”

Ferrari Luce bukan “ICE horse sekarang pake baterai”.
Di bawahnya, ada arsitektur listrik 880 V dengan baterai 122 kWh yang dirancang langsung di Maranello, bukan booster powertrain dari pabrikan lain. Teknologi ini ditarik dari latar belakang hypercar F80 dan platform F1—garis keturunan yang cukup sakral bagi Ferrari.
Struktur baterai Luce juga jadi bagian dari chassis:
- ia tidak hanya MENYIMPAN energi, tapi juga MENJADI tulang punggung kekakuan mobil
- bobot sekitar 2.260 kg tidak lantas membuatnya jadi “kereta trem”—ayunan di tikungan terasa tajam, meski tubuhnya jauh lebih besar dari GT-tradisional
Mobil ini diklaim mampu:
- 1.035 hp total (quad motor, satu per roda)
- 0–100 km/jam ≈ 2,5 detik
- top speed sekitar 310 km/jam
- range WLTP ≈ 529 km
Dengan 48 V active suspension, four‑wheel steering, dan torque vectoring di setiap roda, Luce tetap terasa ringan, responsif, dan seolah punya “soul” lebih besar dari berat yang sebenarnya.
Interior: Teknologi yang Masih Mau Dipegang Jarimu

Masuk ke kabin, kamu tidak langsung dikelilingi panel layar digital seperti mall futuristik.
Ferrari tetap memegang filosofi “material first”. Luce diisi dengan:
- permukaan kaca, baja mengkilap, baja matte, dan tekstur padded yang membuatnya terasa mewah
- kombinasi layar sentuh dan tombol fisik: sentuhan, tapi tetap perlu dicabut dari nafsu touchscreen-only
Gear selector berbahan kaca jadi “piranti seni” di tengah konsol—kombinasi antara inovasi dan kontras: keras di luar, halus di dalam, seperti logam dan kristal yang berpadu dalam satu tarikan napas.
Ini bukan kabin yang ingin terlihat royal, melainkan kabin yang ingin kamu merasakan setiap jengkal, bukan hanya menekan ikon.
Emosi Berkendara: Saat Kuda Listrik Menggantikan Kuda Api
Sebagai mobil listrik pertama Ferrari, Luce punya tugas berat: tetap membuat pengemudi merasa seperti di balik kemudi Ferrari, bukan robot EV.
Namun arsitektur listriknya justru membantu emosi itu, bukan menghancurkannya.
- Tenaga datang instan, tapi tidak terasa “melompat ke depan” begitu saja.
- Respons dibuat lebih halus di zona menengah, lalu tajam di atas sehingga tetap ada area untuk bermain.
- Suara EV yang ditambahkan bukan komik sine wave, tapi sebuah narrative soundscape yang menaikkan nada seiring kecepatan meningkat, seolah ada klimaks V12 tanpa satu pun batang piston
Di tikungan berkecepatan tinggi, kombinasi 4WD, torque vectoring, dan suspension aktif membuat Luce terasa seperti mobil yang tidak mengerti kata “berat”—tapi tetap memberimu cukup ruang untuk merasakan border limit, bukan hanya merasakan “everything is glued”.

Spesifikasi yang Tetap “Ferrari” di Angka
Berdasarkan data dan sumber yang tersedia:
- Nama: Ferrari Luce (Type F‑222)
- Tenaga: ± 1.035 hp (quad motor listrik, radial‑flux, satu per roda)
- Torsi: sangat tinggi, dengan kontrol per roda
- Baterai: 122 kWh, 880 V, sel NMC dari SK On
- Range WLTP: sekitar 329 mil (±529 km)
- Akselerasi 0–100 km/jam: ≈2,5 detik
- Top speed: ≈310 km/jam
- Suspensi: 48 V active suspension + four‑wheel steering + torque vectoring
- Dimensi: panjang ±5.026 mm, wheelbase ±2.961 mm, tinggi ±1.544 mm
- Penjualan: Eropa akhir 2026, AS dan pasar global lainnya mulai 2027
Harganya pun tidak main-main:
Luce dijual mulai dari sekitar €520.000 di Eropa—setara Rp12–15 miliar tergantung pajak. Ini bukan mobil “saya cuma mau coba EV”, ini mobil untuk yang ingin EV premium, Grand Tourer, dan Ferrari sekaligus.

Luce: Bukan Pengantar Pemakaman V12
Banyak yang menganggap Luce sebagai penanda kematian V12 Ferrari.
Ferrari sendiri membantahnya.
Luce justru dibentuk sebagai pasangan, bukan pengganti, untuk rangkaian mobil ICE yang masih hidup—SF90, 296, hypercar heritage, dan bahkan prototype konvensional.
Ia lahir dalam strategi multi‑energi:
- ICE untuk sukarelawan emosional murni
- Hybrid untuk meringankan beban tanpa menghilangkan api
- EV untuk era yang lebih modern, tanpa kompromi pada performa
V12 mungkin akan semakin jarang, tapi bisa tetap hidup di special series, limited run, atau Luce bisa jadi yang “menggantikan” tempatnya di hati generasi baru—tanpa harus membawa silika ke mesin. Ferrari Luce adalah sinyal bahwa emosi dan elektrifikasi bisa hidup bersama—tanpa satu pihak mengalah sehingga hilang identitasnya. Mengambil nama yang berarti “cahaya”, Luce membawa era baru di Maranello:
- kecepatan dari baterai, bukan dari bensin
- glasshouse yang membersihkan garis, tetapi tetap ingin kamu merasa nyaman
- emosi dari suara, bukan dari knalpot
Ferrari tidak lagi hanya berbicara kepada mereka yang suka aroma knalpot. Untuk pertama kalinya, ia juga bicara kepada mereka yang suka tempo cepat, neural quietness, dan keindahan desain minimalis yang tetap ingin melaju cepat.
← Back to News