Fandy Raih Podium 1 di Sprint Rally Jawa Barat 2026, Overall 3 All Class di SS3
Fandy berhasil menutup Kejurda Sprint Rally Jawa Barat 2026 dengan hasil yang sangat istimewa. Di lintasan Cikembar, Sukabumi, pada 23–24 Mei 2026, ia berhasil meraih podium 1 kategori F4 dan sekaligus sempat mencatatkan overall 3 all class di Special Stage 3. Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun mobilnya berada di kelas bawah, Fandy tetap bisa bersaing secara ketat di level balap rally Indonesia. Bagi Fandy, podium ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa adaptasi menjadi kunci utama di lintasan rally yang berubah-ubah, serta pentingnya sinergi dengan navigator dalam setiap Special Stage.
Sprint Rally Jawa Barat 2026: Medan Liar di Cikembar
Cikembar dikenal sebagai lintasan yang tidak ramah bagi pembalap yang kurang waspada. Di sprint rally Jawa Barat 2026, permukaan tanah berubah-ubah, grip bisa naik turun, dan kontur lintasan memaksa pembalap untuk terus menyesuaikan ritme. Setiap Special Stage (SS) di rally memiliki tantangan sendiri. Tidak ada lintasan yang bisa dihafal seperti di balap touring atau time attack di sirkuit permanen. Karena itu, pembalap harus bisa membaca kondisi, merespons perubahan, dan tetap tenang di tengah tekanan.
Fandy datang dengan pengetahuan bahwa di rally, kebiasaan tidak bisa diandalkan. Ia harus siap menghadapi setiap perubahan di lintasan, dan itu menjadi salah satu faktor utama di balik podium 1-nya di kelas F4.
Jump Curam Cikembar: Ujian Nyali di Setiap Lompatan
Salah satu tantangan paling krusial di Cikembar adalah jump atau lompatan yang cukup curam. Bagian ini menjadi area di mana pembalap tidak hanya dituntut keberanian, tetapi juga kontrol total. Terlalu cepat, mobil bisa kehilangan keseimbangan saat mendarat. Terlalu lambat, ritme bisa rusak dan waktu terbuang. Fandy menghadapi jump ini dengan pendekatan yang tenang tapi presisi. Istan pace-nya pas, timing-nya tepat, dan di setiap lompatan, ia memilih untuk tetap fokus. Di sinilah ia menunjukkan bahwa bukan hanya soal melewati rintangan, tapi benar-benar menguasainya.
Karakter lintasan seperti ini membuat sprint rally Jawa Barat 2026 terasa lebih menantang daripada sekadar balap cepat. Di sini, pembalap dituntut untuk bisa membaca lintasan, mengatur kecepatan, dan mengontrol mobil dalam kondisi yang terus berubah.

Dari Time Attack ke Balap Rally Indonesia
Sebelum turun di sprint rally Jawa Barat 2026, Fandy sudah cukup berpengalaman di lintasan permanen. Ia pernah tampil bersama Tania Motorsport di Mandalika Festival of Speed lewat ajang Radical Time Attack. Pengalaman itu membentuk dasar penting: disiplin, kecepatan, dan kemampuan mengeksekusi lap dengan presisi. Namun balap rally Indonesia punya bahasa yang sangat berbeda. Di sirkuit, pembalap bisa membangun referensi dari lap ke lap. Di rally, tidak ada kemewahan seperti itu. Setiap SS harus dibaca ulang, setiap tikungan harus diterjemahkan dengan cepat, dan kecepatan harus dijaga di tengah kondisi yang tidak stabil. Di sinilah Fandy menonjol. Ia membawa disiplin dari time attack, lalu mengadaptasinya ke dunia rally yang liar dan dinamis. Hasilnya terlihat jelas: podium 1 di kelas F4 dan overall 3 all class di SS3.
Mirage F4 Lawan Mobil Lebih Kuat

Di atas kertas, Mitsubishi Mirage F4 yang dipakai Fandy berada di bawah beberapa rival di kelasnya. Tenaganya sekitar 111 whp, sementara mobil lain dengan mesin K24 bisa mencapai 160–200 whp. Di lintasan permanen, ketimpangan ini terasa jelas. Namun di rally, yang menentukan bukan hanya angka tenaga.
Fandy mengandalkan efisiensi. Ia memilih bermain cerdas: garis rapi, tikungan bersih, dan menjaga momentum keluar tikungan. Di rally, waktu yang hilang sering kali lebih banyak di tikungan kecil daripada di straight panjang. Ia juga berharap mobil tetap dalam kondisi terbaik di seri berikutnya di Kejurnas Semarang. Dalam rally, masalah teknis kecil bisa langsung mengubah hasil hari itu.
Peran Navigator di Sprint Rally Jawa Barat 2026: Fandy dan Doddy Kurniawan

Kalau ada satu elemen yang membedakan rally dari balap touring, itu adalah peran navigator. Di rally, pencapaian pembalap hampir tidak mungkin lepas dari kinerja orang di sampingnya. Tikungan tidak bisa dihafal; semua harus didengar, lalu dieksekusi dengan presisi.
Fandy dan navigator-nya, Doddy Kurniawan, bergerak dalam satu ritme. Satu suara, satu arah, satu tujuan. Pace note menjadi peta rahasia sekaligus penentu kecepatan di setiap tikungan. Di Cikembar, sinergi itulah yang membuat mobil bisa melaju dengan tenang, penuh perhitungan, dan tetap tajam saat harus menyerang. Doddy membantu Fandy membaca kondisi lintasan yang berubah-ubah, memberikan instruksi yang tepat, dan memastikan mobil tetap berada di jalur tercepat tanpa kehilangan waktu. Pasangan ini menunjukkan bahwa di rally, kecepatan tidak hanya datang dari pedal gas, tapi juga dari kerja sama yang solid antara driver dan navigator.
Podium 1 di Sprint Rally Jawa Barat 2026: Adaptasi Sebagai Senjata

Podium 1 Fandy di sprint rally Jawa Barat 2026 bukan hanya soal kecepatan di garis akhir. Ini adalah hasil dari kemampuan membaca lintasan, mengelola risiko, dan tetap tenang di tengah medan yang terus berubah. Di Cikembar, tidak ada satu saat pun pembalap bisa benar-benar nyaman. Semua harus disesuaikan, semua harus direspons, dan semua harus dijaga dengan fokus penuh.
Yang membuat hasil ini lebih istimewa, Fandy juga sempat mencatat overall 3 all class di Special Stage 3. Itu menunjukkan bahwa kecepatan mereka bukan hanya konsisten di kelas F4, tapi juga sempat tembus ke persaingan umum lintas kelas saat momentum sedang berada di puncak.
Di sprint rally Jawa Barat 2026, Fandy menunjukkan bahwa seorang pembalap bisa tetap kompetitif, bahkan ketika mobil berada di bawah dari segi tenaga, lintasan liar, dan tekanan menghimpit. Adaptasi, kontrol, dan sinergi dengan navigator Doddy Kurniawan menjadikannya salah satu pasangan paling berbahaya di lintasan.
← Back to News